1. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Robot pelayan meningkatkan efisiensi operasional 35% karena bekerja 24 jam tanpa henti.
  • Jawaban: (B) Tamu hotel melaporkan bahwa robot seringkali gagal mengenali instruksi suara jika terdapat kebisingan.
  • Penjelasan: Pilihan B menunjukkan kegagalan fungsional robot dalam kondisi riil (kebisingan). Jika robot gagal menjalankan tugas dasarnya (menerima pesanan), maka klaim “efisiensi” otomatis gugur karena kesalahan teknis tersebut.

2. Analisis Silogisme Kategoris (Pasti Benar)

  • Premis: Semua obat senyawa Y wajib resep dokter. Sebagian sirup batuk di apotek “Sehat” mengandung senyawa Y.
  • Jawaban: (B) Beberapa sirup pereda batuk di apotek “Sehat” hanya boleh dikonsumsi berdasarkan resep dokter spesialis.
  • Penjelasan: Karena sebagian sirup tersebut mengandung Y, dan semua Y wajib resep, maka sebagian sirup tersebut wajib resep. (Logika: Beberapa A adalah B + Semua B adalah C →→ Beberapa A adalah C).

3. Analisis Logika Implikasi (Pasti Salah)

  • Aturan: Hidroponik →→ Ketahanan Pangan →→ Stunting Turun.
  • Kondisi: Stunting di daerah G tidak menurun.
  • Jawaban: (C) Daerah G menerapkan sistem pertanian hidroponik secara masif dan ketahanan pangannya meningkat.
  • Penjelasan: Menggunakan Modus Tollens. Jika Stunting tidak turun, maka Ketahanan Pangan pasti tidak meningkat. Jika Ketahanan Pangan tidak meningkat, maka Hidroponik pasti tidak diterapkan masif. Menyebutkan hidroponik masif dan ketahanan pangan meningkat adalah kontradiksi mutlak.

4. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Susu oat ramah lingkungan karena emisi rendah.
  • Jawaban: (B) Lahan yang dibutuhkan untuk menanam oat hanya 1/10 dari lahan peternakan sapi.
  • Penjelasan: Pilihan B memberikan data pendukung tambahan mengenai efisiensi penggunaan lahan (aspek lingkungan selain emisi), yang memperkuat posisi aktivis dalam mendukung susu oat sebagai alternatif hijau.

5. Analisis Logika Kuantor (Mungkin Benar)

  • Premis: Semua laptop desainer “Kreatif” adalah 4K. Sebagian laptop 4K punya fitur layar sentuh.
  • Jawaban: (C) Laptop milik staf administrasi di perusahaan “Kreatif” memiliki resolusi layar 4K dan fitur layar sentuh.
  • Penjelasan: Teks hanya membatasi bahwa laptop desainer harus 4K, tetapi tidak melarang staf administrasi punya laptop 4K bertouchscreen. Hal ini bersifat probabilitas (boleh saja terjadi).

6. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Asumsi: Pajak plastik membuat masyarakat beralih ke tas belanja ramah lingkungan.
  • Jawaban: (B) Masyarakat merasa nominal pajak plastik terlalu kecil sehingga tidak mempengaruhi kebiasaan belanja.
  • Penjelasan: Pilihan B menunjukkan bahwa instrumen kebijakan (pajak) tidak memberikan tekanan finansial yang cukup untuk mengubah perilaku. Akibatnya, tujuan pemerintah agar warga pindah ke tas kain tidak tercapai.

7. Analisis Logika Kondisional (Mungkin Salah)

  • Aturan: Capai Target →→ Bonus.
  • Kondisi: Roni tidak dapat bonus.
  • Jawaban: (C) Roni mencapai target penjualan namun melakukan pelanggaran disiplin sehingga bonusnya dibatalkan.
  • Penjelasan: Secara logika standar, tidak dapat bonus berarti tidak capai target. Namun, pernyataan C menyisipkan faktor luar (pelanggaran disiplin) yang mungkin saja benar di dunia nyata, tetapi tidak ada informasinya di teks. Inilah yang disebut Mungkin Salah/Belum Tentu Benar.

8. Analisis Logika Rantai (Pasti Benar)

  • Aturan: Baca Cepat →→ Selesai 2 Jam →→ Waktu Diskusi Banyak.
  • Kondisi: Siswa B tidak punya waktu diskusi banyak.
  • Jawaban: (B) Siswa B tidak menguasai teknik membaca cepat.
  • Penjelasan: Menggunakan Modus Tollens berantai. Karena Waktu Diskusi tidak banyak, maka Selesai 2 Jam tidak terjadi. Karena Selesai 2 Jam tidak terjadi, maka Baca Cepat tidak dikuasai.

9. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Larangan kendaraan di kampus tingkatkan konsentrasi karena kurangi polusi suara.
  • Jawaban: (B) Hasil pengukuran tingkat kebisingan di ruang kelas menurun sebesar 15 desibel.
  • Penjelasan: Pilihan B memberikan data faktual (angka desibel) yang membuktikan klaim Dekan bahwa kebisingan (polusi suara) memang berkurang secara nyata.

10. Analisis Silogisme Kategoris (Pasti Salah)

  • Aturan: Semua anggota “Pena” wajib tulis puisi. Sebagian mahasiswa Komunikasi adalah anggota “Pena”.
  • Jawaban: (C) Semua mahasiswa jurusan komunikasi yang menjadi anggota klub “Pena” tidak menulis puisi setiap bulan.
  • Penjelasan: Karena mereka adalah anggota “Pena”, mereka wajib menulis puisi. Menyatakan “semua mereka tidak menulis” adalah pelanggaran aturan yang sudah ditetapkan di awal.

11. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Literasi keuangan turunkan kegagalan bisnis karena pemahaman arus kas.
  • Jawaban: (B) Faktor utama kegagalan UMKM adalah sulitnya akses pasar dan modal kerja, bukan hanya arus kas.
  • Penjelasan: Pilihan B menyajikan penyebab alternatif yang lebih dominan. Ini menunjukkan bahwa meskipun literasi keuangan diberikan, bisnis tetap berisiko gagal karena masalah pasar/modal yang tidak tersentuh oleh pelatihan tersebut.

12. Analisis Logika Kuantor (Mungkin Benar)

  • Aturan: Gedung sejarah dilarang diubah tanpa izin dewan. Wisma Tua adalah gedung sejarah.
  • Jawaban: (A) Bentuk arsitektur gedung “Wisma Tua” telah diubah oleh pemiliknya tanpa izin.
  • Penjelasan: Teks hanya bilang “tidak boleh diubah tanpa izin”, namun dalam kenyataannya, pelanggaran (perubahan tanpa izin) bisa saja terjadi. Pernyataan ini bersifat spekulatif namun tidak mustahil.

13. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Cangkang telur percepat tumbuh cabai karena kalsium karbonat perkuat akar.
  • Jawaban: (B) Tanaman cabai yang diberi cangkang telur memiliki sistem perakaran 20% lebih luas.
  • Penjelasan: Pilihan B memberikan bukti observasi yang sinkron dengan mekanisme “akar lebih kuat” yang disebutkan di stimulus teks.

14. Analisis Logika Kondisional (Mungkin Salah)

  • Premis: Semua peserta pelatihan dapat sertifikat madya. Sebagian peserta adalah manajer perusahaan X.
  • Jawaban: (C) Staf ahli di perusahaan X yang tidak ikut pelatihan mendapatkan sertifikat kompetensi tingkat madya.
  • Penjelasan: Teks hanya bilang peserta pelatihan dapat sertifikat. Tidak ada informasi apakah orang di luar pelatihan (staf ahli) bisa dapat sertifikat atau tidak. Maka, pernyataan ini belum tentu benar.

15. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Asumsi: Batasi karbohidrat olahan tingkatkan fokus karena cegah fluktuasi gula darah.
  • Jawaban: (B) Subjek yang berhenti makan gula selama dua minggu melaporkan peningkatan ketajaman berpikir 40%.
  • Penjelasan: Pilihan B adalah hasil eksperimen langsung yang menunjukkan dampak positif (ketajaman berpikir/fokus) dari pembatasan asupan gula (karbohidrat olahan).

Persiapan TPA Menuju PTN Impian

anloneducation.com