1. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Absensi wajah meningkatkan kedisiplinan 40% karena mustahil dimanipulasi (titip absen).
  • Jawaban: (B) Data audit menunjukkan penurunan drastis pada kasus “titip absen”.
  • Penjelasan: Pilihan B memberikan bukti empiris yang berkorelasi langsung dengan alasan utama (manipulasi absen) yang disebutkan di teks. Pilihan A hanya dampak perilaku, bukan bukti sistem tidak bisa dimanipulasi.

2. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Jalur sepeda akan mengurangi kemacetan dan polusi karena pekerja beralih ke sepeda.
  • Jawaban: (B) Survei menunjukkan mayoritas pekerja enggan bersepeda karena cuaca panas dan ketiadaan ruang bilas.
  • Penjelasan: Pilihan B menyajikan penghambat utama yang membuat asumsi “pekerja akan beralih ke sepeda” menjadi tidak valid, sehingga seluruh rangkaian argumen (macet/polusi berkurang) ikut gugur.

3. Analisis Silogisme (Pasti Benar)

  • Premis: Semua produk kimia X dilarang. Sebagian produk di toko “Ayu” mengandung kimia X.
  • Jawaban: (B) Beberapa produk perawatan kulit di toko “Ayu” dilarang beredar.
  • Penjelasan: Karena sebagian produk di toko tersebut mengandung zat X, dan semua zat X dilarang, maka otomatis sebagian produk tersebut statusnya dilarang. (Logika: Sebagian A adalah B, Semua B adalah C →→ Sebagian A adalah C).

4. Analisis Logika Implikasi (Pasti Salah)

  • Aturan: Enkripsi →→ Tidak Disadap →→ Privasi Terjamin.
  • Kondisi: Privasi Z tidak terjamin (Ingkaran dari akibat).
  • Jawaban: (C) Aplikasi Z memiliki sistem enkripsi ujung-ke-ujung yang sangat kuat.
  • Penjelasan: Berdasarkan hukum Modus Tollens, jika hasil akhir (Privasi Terjamin) salah, maka syarat awal (Enkripsi) juga harus salah. Jadi, menyatakan aplikasi Z punya enkripsi kuat adalah kontradiksi/pasti salah.

5. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Teh herbal mempercepat tidur karena efek penenang.
  • Jawaban: (B) Efek diuretik (memicu buang air kecil) justru mengganggu tidur nyenyak.
  • Penjelasan: Pilihan B menghadirkan efek samping negatif yang langsung membatalkan tujuan utama (tidur nyenyak), meskipun zat penenangnya ada.

6. Analisis Logika Kuantor (Mungkin Benar)

  • Premis: Semua rumah Indah punya panel surya. Sebagian yang punya panel surya adalah tipe minimalis.
  • Jawaban: (C) Ada rumah bertipe minimalis di luar komplek “Indah” yang memiliki fasilitas panel surya.
  • Penjelasan: Teks hanya bilang semua rumah di Indah punya panel surya, tapi tidak bilang panel surya hanya ada di komplek Indah. Jadi, sangat mungkin di tempat lain ada rumah minimalis berpanel surya.

7. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Belanja aplikasi lebih hemat karena memotong rantai distribusi.
  • Jawaban: (C) Data menunjukkan pengeluaran bulanan ibu rumah tangga berkurang Rp200.000.
  • Penjelasan: Pilihan C memberikan bukti nyata (data keuangan) yang memvalidasi klaim “lebih hemat”.

8. Analisis Logika Kondisional (Mungkin Salah)

  • Syarat Lulus: Skor TOEFL > 550.
  • Kondisi: Roni tidak lulus.
  • Jawaban: (E) Ada siswa yang lulus seleksi beasiswa universitas X dengan skor TOEFL 550.
  • Penjelasan: Teks menyatakan syaratnya adalah “di atas 550” (berarti 551 ke atas). Pernyataan bahwa ada yang lulus dengan skor pas 550 bertentangan dengan aturan awal, sehingga mungkin/pasti salah.

9. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Larangan merokok di taman efektif kurangi sampah puntung.
  • Jawaban: (B) Puntung rokok tetap banyak karena perokok berpindah ke area trotoar pinggir taman.
  • Penjelasan: Pilihan B menunjukkan bahwa masalah sampah tidak selesai, melainkan hanya berpindah tempat (efek pergeseran), sehingga kebijakan dianggap tidak efektif secara keseluruhan.

10. Analisis Logika Rantai (Pasti Benar)

  • Aturan: Label Ramah Lingkungan →→ Penjualan Naik →→ Laba Naik.
  • Kondisi: Laba tidak naik.
  • Jawaban: (A) Produk perusahaan Y tidak memiliki label “Ramah Lingkungan”.
  • Penjelasan: Menggunakan Modus Tollens berantai. Karena Laba tidak naik, maka Penjualan pasti tidak naik. Karena Penjualan tidak naik, maka Label pasti tidak ada.

11. Analisis Evaluasi Argumen (Memperlemah)

  • Klaim: Sarapan gratis tingkatkan kreativitas (nutrisi otak).
  • Jawaban: (C) Perut yang terlalu kenyang membuat karyawan mengantuk dan lambat berpikir.
  • Penjelasan: Pilihan C memberikan mekanisme biologis alternatif yang justru menghambat kreativitas, mematahkan asumsi manajer HRD.

12. Analisis Silogisme Kategoris (Pasti Salah)

  • Aturan: Mahasiswa awal dilarang ambil riset. Sebagian mahasiswa awal adalah anggota jurnalistik.
  • Jawaban: (A) Ada anggota unit kegiatan mahasiswa jurnalistik yang mengambil mata kuliah riset mandiri.
  • Penjelasan: Karena anggota jurnalistik tersebut adalah mahasiswa awal, dan mahasiswa awal dilarang ambil riset, maka pernyataan bahwa mereka ambil riset pasti salah.

13. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Klaim: Ampas kopi percepat bunga mawar karena nitrogen tinggi.
  • Jawaban: (B) Penelitian membuktikan mawar dengan ampas kopi tumbuh 5 cm lebih tinggi.
  • Penjelasan: Pilihan B memberikan hasil eksperimen nyata yang mendukung klaim pertumbuhan.

14. Analisis Logika Kuantor (Mungkin Salah)

  • Premis: Semua kendaraan lulus uji emisi dapat stiker. Sebagian yang lulus adalah angkutan umum.
  • Jawaban: (D) Semua kendaraan angkutan umum yang beroperasi di kota tersebut telah lulus uji emisi.
  • Penjelasan: Premis hanya bilang “sebagian yang lulus adalah angkutan umum”, bukan “semua angkutan umum lulus”. Jadi menyatakan “semua angkutan umum lulus” adalah klaim yang berlebihan/mungkin salah.

15. Analisis Evaluasi Argumen (Memperkuat)

  • Asumsi: Tanpa ponsel, karyawan lebih fokus dan tanpa interupsi.
  • Jawaban: (B) Waktu penyelesaian proyek berkurang dari 4 hari menjadi 3 hari.
  • Penjelasan: Penurunan waktu pengerjaan (efisiensi) adalah indikator paling validbahwa fokus karyawan meningkat.

Persiapan TPA Menuju PTN Impian

anloneducation.com